Sewa Elf Jakarta ke Gunung Kembang & Destinasi Lain

Sewa Elf Jakarta Ke Gunung Kembang atau juga ke Destinasi Lain

WA : 0812-8044-0322

Pernah mendengar gunung Kembang ? Itu lho, gunung yang berada di Wonosobo. dengah gunung Dan ternyata, gunung ini juga sering dijadikan tujuan para pendaki jika di musim liburan. Bagi yang belum mengenal gunung yang satu ini, mending langsung ketempatnya za… Dengan sewa elf Jakarta ke gunung Kembang tentunya.

Gunung kembang ini sebenarnya adalah gunung yang tidak terlalu besar. Ketinggiannya hanya sekitar 2.340 mdpl. Meskipun begitu, bukan berarti gunung ini cocok untuk pemula, mengingat tracknya yang terbilang sulit dengan banyaknya akar-akar pohon di sepanjang jalur pendakian.

Karena rutenya yang tergolong aman, serta jalur pendakian yang berbeda dengan jalur pendakian pada gunung-gunung yang lainnya. Apalagi, jika kamu menggunakan sewa elf Jakarta ke gunung Kembang dari Batavia Trans. Dijamin perjalanan mendakimu akan lebih seru dan menyenangkan.

Mengintip Keindahan Gunung Kembang

Gunung Kembang sering disebut anak dari  gunung Sindoro. Hal ini juga diperkuat dengan status gunung Sindoro yang merupakan gunung berapi aktif, yang tidak menutup kemungkinan muntahan aktivitas vulkaniknya bisa mengenai gunung Kembang.

Dinamakan gunung Kembang, karena disini banyak ditemukan beragam bunga-bungaan. Diperkirakan terdapat 100 jenis bunga anggrek yang tumbuh di sekitar gunung kembang ini. Dan salah satunya adalah bunga anggrek hitam yang sangat langka itu.

Nah, bagi kamu yang masih penasaran dengan gunung yang satu ini. maka sebaiknya kamu cepat-cepat sewa elf Jakarta ke gunung Kembang. Pastinya sewa elf yang ditawarkan BataviaTrans saja yaaa… Karena hanya armada elf dari Batavia Trans saja yang memberikan kepastian untuk mengantarkanmu hingga sampai basecamp.

Harga tiket masuk ke gunung Kembang sebesar 10 ribu rupiah. Harga tersebut belum termasuk ongkos mendaki serta mendirikan tenda. Untuk kedua aktivitas tersebut, dikenakan biaya sebesar 5 ribu rupiah. Baik itu untuk pendakian maupun biaya untuk mendirikan tenda.

Apa saja yang menarik di gunung Kembang ? jawabannya banyak sekali. Salah satunya spot untuk menyaksikan sunrise hingga pemandangan dari puncak yang akan membuatmu terpana. Karena dari sinilah, kamu akan melihat pemandangan gunung-gunung yang berada dekat dengan gunung Kembang ini dengan sangat jelas.

Dan satu hal yang menarik disini adalah kita bisa mendirikan tenda, tepat di puncak gunung Kembang. Satu hal yang biasanya tak disarankan jika di puncak gunung-gunung yang lainnya. Bukan hanya itu saja, disini malah tidak diperbolehkan untuk berkemah, jika selain di puncak.

Yang Unik Dari Gunung Kembang

Udah bersiap untuk mendaki gunung Kembang ? eits, tapi tunggu dulu… Siapkan bekal dan fisikmu dulu. Dan tentu saja, pilih jasa transportasi yang tepat. Emang ada ? ada dong, selama kamu memilih sewa elf Jakarta ke gunung Kembang dari Batavia Trans, maka kamu sudah memilih jasa sewa elf yang tepat.

seperti yang telah dibahas sebelumnya, gunung Kembang ini memilki daya tarik tersendiri. Terutama mengenai keindahan pemandangan hingga spot untuk menyaksikan sunrise di puncak gunung Kembang. Namun ternyata, keunikan gunung kembang bukan itu za, lho… pengen tahu selengkapnya ? oke, kita bahas satu persatu. Diantaranya :

1.Aturan Pendakian Yang Ketat

Yang dimaksud ketat disini, yaitu ketika kita memasuki basecamp, petugas akan langsung mengecek barang bawaan kita. Dari mulai perlengkapan tenda hingga jumlah makanan dan minuman yang kita bawa.

Dimulai dari saat kita turun dari sewa elf Jakarta ke gunung Kembang, kita akan memasuki basecamp dan mulai mendaftar  serta dilakukan pengecekan. Setelah pengecekan, barulah nama kita beserta semua barang bawaan kita dicatat seluruhnya dalam sebuah buku tamu.

Dari mulai yang berukuran besar, hingga yang berukuran kecil sekalipun, misalnya butiran permen, semuanya tak luput dari pemeriksaan. Ini dimaksudkan agar barang bawaan yang kita bawa, terutama makanan dan minuman dalam kemasan, jumlahnya sesuai dengan yang sampah yang kita bawa saat turun nanti.

Tujuannya agar pendaki tidak membuang sampah selama pendakian.Nah, jika sampah yang dibawa turun tidak sesuai dengan jumlah barang yang kita bawa saat mendaki, berarti ada sampah yang tidak sengaja tertinggal di gunung. Yang artinya kamu bisa kena sanksi, atau kalo mau, kamu diharuskan untuk kembali ke gunung untuk memunguti sampah yang tertinggal tersebut.

2. Banyak Babi hutan/Celeng

Hutan di gunung Kembang memang masih terlihat alami. Masih banyak satwa liar yang berkeliaran di sekitar hutan. Salah satunya yaitu babi hutan/celeng. Bukan hanya berkeliaran, babi hutan/celeng ini juga sering mencari makan di sekitar tenda pendaki.

Maka dari itu, jangan sekali-kali meninggalkan sisa makanan di sekitar tenda. Karena bisa saja, babi hutan/celeng itu datang untuk memungut sisa-sisa makanan kita. Memang belum ada cerita, pendaki diserang babi hutan. Namun, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya kita berjaga-jaga.

3. Mitos Seputar Gunung kembang

Seperti juga gunung-gunung yang sering dijadikan lokasi pendakian, gunung Kembang juga memiliki mitos yang banyak beredar di kalangan pendaki. Diantaranya mitos seputar ketinggian gunung Kembang yang selalu mengalami peningkatan.

Hal ini berkaitan dengan letak gunung Kembang yang berada tepat disebelah gunung Sindoro. Seperti diketahui, gunung Sindoro adalah gunung yang aktif. Dari aktivitas vulkanik tersebut, tentunya magma dari puncak gunung Sindoro akan mengenai puncak gunung Kembang.

Sehingga menimbulkan suatu endapan yang berpengaruh pada bentuk serta ketinggian dari gunung Kembang ini. Ada lagi mitos yang menyebutkan bahwa gunung Kembang ini sering dijadikan sebagai tempat bertapa/bersemedi. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya sesajen yang terdapat di kawah mati.

4. Terdapat Kawah Mati

Kawah mati di gunung Kembang ini sejajar dengan kawah gunung Sindoro. Merupakan sebuah cekungan besar, namun tidak terdapat kandungan belerang ataupun semacamnya. Baru ketika hujan turun, kawah ini akan penuh terisi air.

Kawah mati ini bernama kawah Bima Pengkok. Jika kamu ingin menyaksikan kawah mati ini, maka kamu tinggal menggunakan sewa elf Jakarta ke gunung Kembang, dan turun di gerbang masuk obyek wisata gunung Kembang. Dari sana, kamu mulai pendakian hingga ke puncak, baru kemudian kamu akan menemukan kawah mati ini.

Rute Ke Gunung Kembang

Untuk sampai ke gunung Kembang, umumnya pendaki akan menggunakan transportasi umum. Namun ada juga sebagian pendaki yang memilih untuk menyewa kendaraan. Seperti sewa elf Jakarta ke gunung Kembang ini contohnya.

Namun bagi yang memilih angkutan umum, rute yang bisa kamu gunakan yaitu dari Jakarta kamu bisa naik bus menuju Wonosobo. Setibanya di terminal Wonosobo, Kamu bisa menaiki angkutan umum hingga desa Darmakasihan ataupun desa Lengkong. Waktu yang diperlukan hanya sekitar 40 menit.

Jika ingin lebih cepat lagi, kamu bisa menaiki ojeg dengan ongkos sebesar 25 ribu hingga 30 ribu rupiah. sementara untuk ongkos angkutan umum yaitu sebesar 4 ribu rupiah. sedangkan untuk tiket bus, yaitu sekitar 150 ribu hingga 180 ribu rupiah.

Jalur Pendakian Gunung Kembang

Sebelum kamu turun dari sewa elf Jakarta ke gunung Kembang, kamu pastikan terlebih dahulu ke sopir yang membawamu mengenai jalur pendakian. Hal ini untuk memudahkan penjemputan nantinya.

Ada 2 jalur pendakian yang biasanya dipilih para pendaki. Yaitu jalur pendakian via Blembem, maupun jalur pendakian via Lengkong. Nah, jika sudah fix mau pilih jalur pendakian yang mana, maka kamu bisa tunjukkan ke sopir, dimana nantinya kamu turun. Apakah di Blembem, ataupun di Lengkong.

Dari kedua jalur pendakian tersebut, sebenarnya tidak terlalu berbeda. Sama-sama memiliki medan serta track yang lumayan berat. Namun, pendaki biasanya memilih jalur via Blembem sebagai jalur favorit.

1.Jalur Pendakian Via Blembem

Jalur pendakian via Blembem ini berada di dusun Blembem, desa Darmakasihan, kecamatan Kretek, kabupaten Wonosobo. Dan terletak di kawasan perkebunan teh Tambi. Maka dari itu, jika kamu memilih pendakian dengan jalur ini, kamu akan melihat pemandangan sekeliling berupa perkebunan teh.

Pendakian diawali dengan menyusuri perkebunan teh Tambi ini. Tracknya mulai terasa menanjak, namun masih berada di area perkebunan teh. Baru setelah 1 jam perjalanan, kita akan tiba di pos istana katak, sebagai pos 1.

Dari pos 1, kita menuju pos kandang Celeng, yang merupakan pos 2. Tracknya masih sama, dan masih berada di perkebunan teh. Perjalanan menuju pos 2 kurang lebih 1,5 hingga 2 jam perjalanan. Dinamakan kandang Celeng, konon, karena disini banyak ditemukan babi hutan/celeng.

Barulah keluar dari pos 2, kita akan memasuki hutan. Hutan ini didominasi pepohonan pinus, dengan akar-akar yang sesekali menghalangi pendakian. Belum lagi dengan track yang mulai terus menanjak, membuatmu akan terasa mudah lelah. Namun, jangan berhenti dahulu.. Teruslah berjalan sampai kamu menemukan padang yang datar, kamu bisa istirahat. Karena itu adalah pos 3 Liliput.

Dari pos 3, kita akan menemukan hutan yang sedikit rapat, sehingga sinar matahari tidak bisa menembus permukaan tanah. Alhasil tanah yang kamu pijak akan terasa basah dan licin. Dan tracknya masih terus menanjak. Setelah 30 menit, barulah kamu tiba di pos 4, yang bernama Simpang tiga.

Setelah dari simpang tiga, kita berlanjut ke pos selanjutnya. Tracknya masih sama, dengan pemandangan sekeliling berupa hutan lebat. Setelah beberapa lama, maka kamu akan sampai di pos 5, yang merupakan batas akhir hutan.

Dan benar saja, pemandangan yang tadinya berupa hutan lebat, kini berganti menjadi rumput ilalang. Cukup indah dipandang mata. Namun tetap saja, kita dilarang mendirikan tenda disini. Maka dari itu, pendakian dilanjutkan hingga tanjakan mesra, sebagai pos 6.

Seperti namanya, track menuju tanjakan mesra ini memang merupakan sebuah tanjakan yang sangat curam. Berlanjut dari pos 6 tanjakan mesra, tracknya masih sama. Tanjakan curam dan terjal. Baru setelah beberapa lama menapaki tanjakan demi tanjakan, akhirnya kita sampai di tempat yang dituju… Ya, akhirnya kita sampai di puncak !!

2. Jalur Via Lengkong

Jalur via Lengkong berada di desa Lengkong, kecamatan Garung, kabupaten Wonosobo. Pendakian dimulai dengan menyusuri jalan berbatu hingga persimpangan tempat paralayang. Pemandangan disekitar didominasi perkebunan sayur-sayuran.

Sekedar informasi, jalur pendakian via Lengkong ini tidak disediakan basecamp. Maka, kamu bisa memulai pendakian segera setelah turun dari sewa elf Jakarta ke gunung Kembang di tempat parkir kendaraan.

Seteah persimpangan, kamu bisa memilih jalur sebelah kiri. Track masih mendatar, dan setelah lama berjalan, kamu akan menemukan persimpangan lagi. Kali ini berupa jalan setapak. Dari sana, kamu bisa memilih jalur kanan. Jalur ini memang sedikit tertutup pohon paku yang hampir menutupi jalan setapak tersebut.

Jalur pendakian mulai terlihat rimbun oleh pepohonan. Namun kemudian berganti menjadi tanah terbuka, dan kemudian tertutup lagi oleh hutan lebat. Tracknya mulai menanjak… dan terus menanjak… menandakan track ini memang tidak bisa dianggap enteng. Sepanjang perjalanan di hutan ini, kita akan melihat banyak tanaman kantung semar dengan ukuran yang besar.

Jalur pendakian via Lengkong ini sebenarnya jalur yang mengikuti saluran air. Saluran air  ini berupa selokan yang mengalir dari puncak gunung Kembang, ke kaki gunung. Setelah menembus hutan dengan track yang terus menanjak, untuk beberapa lama, akhirnya kamu bisa menemukan pondok dengan dinding dan atap dari sebuah terpal.

Pondok terpal ini juga menandakan, bahwa puncak tidak begitu jauh lagi. Dan benar saja, sekitar 15 menit berjalan, akhirnya kita sudah berada di puncak gunung Kembang. Meskipun perjalanan dari pondok tadi hanya sekitar 15 menit saja, namun track yang curam dan terjal, membuatmu akan terasa lemas dan mudah lelah.

Udah Mulai Baper Dengan Gunung Yang Satu Ini ? Sewa Elf Jakarta Ke Gunung Kembang Dulu

Setelah membaca artikel diatas, gak mungkin dong kamu gak baper, pengen cepat-cepat pergi kesana ? kenapa gak siap-siap dari sekarang ? sembari menyiapkan bekal, ada baiknya juga kamu pesan sewa elf Jakarta ke gunung Kembang dari sekarang.

Sebagai rekomendasi pilihan tipe elf yang akan kamu gunakan. Berikut kami berikan harga sewanya. Dimulai dari tipe elf long standar, harga sewanya yaitu sebesar 6,5 juta rupiah. Sementara untuk elf tipe long deluxe, harganya yaitu sekitar 7,2 juta rupiah.

Harga sewa tersebut, sudah all in sama biaya makan, tol, parkir serta ongkos dan tip sopir yaaaa…. Nah, untuk fasilitasnya, armada elf dari Batavia Trans, bisa menampung penumpang hingga 15 orang lho.. Jadi sangat cocok untuk rombongan dengan jumlah besar.

Namun, karena fasilitas bagasinya merupakan bagasi keril, maka jangan bawa barang bawaan banyak-banyak yaaa.. Bukan apa-apa sih, cuman takutnya bawaan kamu gak bisa kebawa semua, saking banyaknya.

Untuk pengantarannya, sewa elf Jakarta Ke gunung Kembang Batavia Trans akan memulai keberangkatan dari Jakarta pada pukul 20.00 Wib. Dan akan kembali tepat di hari ketiga setelah pengantaran, untuk menjemputmu dan rombongan. Waktunya sekitar pukul 18.00 WIB.

Nah, itu dia beberpa informasi seputar sewa elf Jakarta ke gunung Kembang. Dengan harga sewa termurah, dan fasilitas terbaik, kami dapat pastikan perjalananmu ke gunung Kembang akan nyaman dan terkendala. Dan aktivitas pendakianmu akan berjalan lancar dan terkendali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *