Dalam dunia pariwisata, kita seringkali disuguhkan dengan beberapa istilah yang mungkin cukup menggelitik untuk kita dengar. Ketika kamu ngobrol sama para pelaku wisata, ada 2 kosakata yang akan sering keluar dari mulut mereka yaitu low season dan satunya lagi adalah high season. Dua kata ini berasal dari bahasa apa sih ? jelas bahasa Inggrislah gaes. Gak mungkin bahasa portugis, bahasa Jepang atau bahasa Mandarin yak. Lantas apa sih penjelasan dari maksud kata populer di atas ?
High season sendiri adalah sebuah ucapan yang merujuk pada hari-hari besar, hari ramai atau hari libur besar. Namun dalam kamus kepariwisataan, high season sendiri lebih dekat maknanya dengan tanggal-tanggal dimana kunjungan tamu wisatawan lagi rame-ramenya. Pada kondisi ini, umumnya destinasi wisata dimanapun mengalami kepadatan. Penginapan-penginapan banyak yang penuh, transportasi banyak yang full booked, dan bahkan akomodasi lainnya juga mengalami situasi booking penuh. Kami akan memberikan contoh salah satu hari yang biasanya masuk dalam kategori ini adalah Natal, Hari Raya Idul Fitri dan Tahun baru. 3 Sample tersebut biasanya membuat kondisi jalan raya bisa macet di berbagai tempat penting kayak ke jalur Dieng, ke Puncak dan lainnya lagi.
Nah, kalau low season sendiri adalah kebalikannya yang bisa kami artikel sebagai musim rendah. Umumnya merujuk pada hari-hari dimana kondisi wisata sedang tidak ramai, lenggang, atau pas sepi. Kondisi ini banyak terjadi pada hari jam kerja normal seperti hari Senin, Selasa, Rabu atau Kamis.
Mempelajari bahasa ini mungkin bisa saja penting bagi kamu yang ingin update bahasa kekinian atau untuk sekedar tambah wawasan. Namun bagi kami yang terjun di penyelenggaraan jasa elf di Jakarta, kami sangat perlu untuk mempelajari hal-hal baru guna bisa mengikuti perkembangan jaman. Adaptasi itu penting, karena jika kita tidak mau menerima terhadap perubahan maka kita akan tertinggal ya gaes.
Diantara keduanya ini, kamu lebih suka liburan di kondisi apa nih kak ?
Kalau kamu orang kantoran atau pegawai maka kamu umumnya hanya punya waktu libur sesuai dengan jadwal di kalender. Tapi jika kamu adalah kalangan pebisnis, freelancer, atau pekerja bebas seperti WFH maka akan lebih suka mencari tanggal sepi agar tidak merasakan repotnya macet.
Untuk pertemuan kedepan kira-kira kita bahas materi seru apalagi ya kak. Jika ada yang mau usulkan judul untuk artikel kami, silahkan kirimkan komentar dibawah ini.
Khusus edisi kali ini udah dulu ya kak. Kita jumpa lagi besok dengan konten-konten segar.
See you gaess !
Thanks a lot !