Sewa Elf Jakarta Ziarah Cikundul Hemat

Sewa Elf Jakarta Ziarah Cikundul Tarif Hemat

WA : 0812-8044-0322

Mungkin diantara kita masih ada yang belum tahu dimana itu Cikundul. Ya, karena memang Cikundul merupakan nama sebuah sungai yang mengalir antara kabupaten Sukabumi dan Cianjur. Di lokasi ini juga, tepatnya yang menjadi bagian Cianjur, terdapat sebuah makamseorang dalem. Dengan sewa elf Jakarta ziarah Cikundul, kita bisa menelusuri makam keramat ini.

Dalem Cikundul memang tidak bisa dilepaskan dengan masyarakat Cianjur. Karena beliau disebutkan sebagai pendiri salah satu kabupaten yang terkenal dengan komoditas beras terbaiknya. Yaitu beras Cianjur.

Makamnya sendiri yang berada di Cianjur sering dijadikan wisata religi. Bukan hanya oleh masyarakat Cianjur saja. Namun para peziarah dari luar Cianjur pun sering datang untuk berziarah kesana. Termasuk bagi sebagian warga Jakarta dan sekitarnya, yang memilih sewa elf Jakarta Ziarah Cikundul.

Raden Djayasasana Dan Kaitannya Dengan Dalem Cikundul

Nama lengkapnya adalah Raden Aria Wiratanu 1 Raden Djayasasana Bin Aria Wangsa Goparana. Beliau dilahirkan di Sagala Herang, Subang, pada hari ahad tanggal 10 Rabiul Akhir 1025 hijriah. Jika dalam penanggalan masehi, yaitu pada tanggal 8 Mei 1616.

Ayahnya bernama Raden Aria Wangsa Goparana. Dari ayahnya inilah, Raden  Djayasasana memiliki garis keturunan dengan raja Talaga. Dimasa kecil, beliau juga memiliki panggilan pangeran Jalalana dan juga Raden Ngabehi Jayasasana.

Sejak kecil, Raden Djayasasana sudah ditempa oleh berbagai ilmu agama islam. Beliau juga pernah mesantren di Cirebon, saat usianya 8 tahun. Di pesantren tersebut, beliau merupakan santri yang pintar. Bahkan beliau cenderung menonjol jika dibandingkan dengan teman-temannya yang lain.

Karena kepintarannya, maka kesultanan Cirebon memberinya gelar Aria, yang mengindikasikan bahwa beliau adalah salah satu anggota kerabat keraton. Dengan kata lain, beliau mendapatkan tanda kehormatan dari keraton Cirebon.

Ilmu yang beliau peroleh di Cirebon, nantinya akan menjadi bekal dalam menyebarkan agama islam. Terutama di kawasan Cianjur , yang notabene menjadi tempat tinggalnya kelak. Bahkan, hingga penghujung usianya, jenazah beliau pun di kebumikan di Cianjur.

Saking melekatnya pribadi Raden Djayasasana dengan masyarakat Cianjur, beliau pun dijadikan sebagai panutan di kalanga masyarakat setempat. Hingga tak jarang, makamnya yang berada di Cianjur tersebut sering didatangi peziarah. Maka dari itu, kami memberikan fasilitas sewa elf Jakarta ziarah Cikundul, agar anda yang berkeinginan untuk berziarah ke Cikandul , bisa melakukan ziarah dengan rasa nyaman.

a.Misi Menyebarkan Agama Islam

Setelah beliau menginjak dewasa, gurunya yang berada di pondok pesantren Cirebon, memberikan tugas baginya untuk membangun sebuah kadipaten di kawasan Cipanengah, Cianjur. Tujuannya agar beliau bisa fokus dalam misi menyebarkan agama islam di kawasan tersebut.

Tak berapa lama, setelah beliau mendirikan kadipaten Cipanengah, beliau juga bertindak sebagai dalem di kadipaten tersebut. Meskipun beliau adalah seorang dalem, namun tetap saja misi menyebarkan agama islam di daerah tersebut sering menemui hambatan. Dikarenakan karena hampir seluruh masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut menganut agama Hindu dan Budha.

Namun berkat kepiawaiannya, lambat laun kawasan tersebut sudah mulai mengenal islam. Sedikit demi sedikit, masyarakat disana mulai memeluk islam. Hingga kini, berkat jasanya dalam menyebarkan islam, Cianjur kini menjadi kabupaten di Jawa Barat dengan mayoritas penduduknya adalah seorang muslim.Bukan hanya itu saja, Cianjur juga kini dikenal sebagai kota santri.

Untuk mengenang jasa-jasanya, dalam setiap hari jadi kabupaten Cianjur, makam beliau selalu dikunjungi peziarah. Meskipun bukan di hari itu saja, makamnya didatangi banyak peziarah, namun di hari itu, jumlah peziarah meningkat lebih banyak jumlahnya, jika dibandingkan dengan hari-hari biasa.

Anda pun bisa berziarah ke makamnya, baik itu di hari ulang tahun kabupaten Cianjur, maupun di hari-hari biasa. Dan selama anda menggunakan sewa elf Jakarta ziarah Cikundul dari Batavia Trans, anda akan sampai di lokasi dengan cepat dan tepat waktu.

b. Pendiri Cianjur

Dalam beberapa riwayat menyebutkan, bahwa selain pernah menjadi dalem di Cipanengah, beliau juga diberi kekusaan oleh ayahnya dengan diberikan 1 umpi rakyat, yaitu sekitar 100 orang. Dengan rakyat sebanyak 100 orang tersebut, akhirnya beliau bersama rakyatnya mencari lahan baru yang bisa dijadikan tempat untuk mendirikan sebuah wilayqh kekuasaan.

Sebagai informasi, kala itu kekuasaan seseorang ditentukan oleh banyaknya rakyat yang dimiliki, dan bukan ditentukan oleh luasnya lahan. Setibanya di Cikandul, beliau kemudian tinggal dan menetap  disana. Namun rakyatnya menyebar hingga ke pelosok Ciamjur. Ada yang turut bersamanya di Cikandul, namun ada juga yang mendiami sekitar sungai Cibalagung dan Cirata.

Ini juga yang menjadi cikal bakal kabupaten Cianjur. Dimana seluruh rakyat Cianjur merupakan rakyat dari raden Djayasasana yang ikut bersama beliau hingga ke kawasan ini. Bahkan hingga akhir hayatnya, beliau masih tetap tinggal di Cianjur.

Makamnya yang berada di Cianjur ini juga tak pernah luput dari aktivitas ziarah dan wisata religi. Baik di kalangan masyarakat Cianjur, maupun bagi peziarah lain dari luar kabupaten Cianjur. Termasuk bagi peziarah dari Jakarta dan sekitarnya, yang memilih sewa elf Jakarta ziarah Cikundul dari Batavia Trans ini, sebagai partner perjalanan wisata religi mereka  kali ini.

Disana, beliau bukan bertindak sebagai Dalem, namun juga sebagai Senopati. Disebut Senopati, karena beliau bukan hanya bertindak sebagai penguasa, namun juga sebagai pengayom dan pelindung masyarakat.

Bahkan saat dalam lingkungan kekuasaannya tersebut tengah terjadi kerusuhan, perampokan ataupun sedang mengahdapi serangan musuh. Peran Senopati inilah yang diharapkan bisa melindungi seluruh rakyatnya.

Pada masa itu,kerajaan Pajajaran telah runtuh dan kerajaan Mataram lah yang mengambil alih kekuasaannya. Namun, karena Kesultanan Kasepuhan Cirebon, yang merupakan kerajaan yang menjadi bawahan dari kerajaan Mataram. Maka, secara de facto, wilayah kekuasaan Raden Djayasasana ini berada di bawah naungan Kesultanan Cirebon.

b. Asal Mula Kabupaten Cianjur dan Hari Jadinya

Di sisi lain, Prabu Geusan Ulun yang merupakan raja dari Sumedang Larang mengklaim bahwa seluruh bekas tanah jajahan dari kerajaan Pajajaran merupakan wilayah kekuasaan Sumedang Larang. Dengan kata lain, semua bekas tanah jajahan tersebut harus tunduk kepada kerajaannya. Dan jika melanggar, maka sang Prabu dan pasukannya  akan menaklukkannya dengan cara kekerasaan.

Mendengar hal itu, Kasepuhan Cirebon akhirnya menyususn kekuatan dan pertahanan. Salah satunya dengan mengangkat Raden Djayasasana sebagai Senopati yang bergelar Wira Tanu. Di dalam situasi darurat saat itu, beberapa wilayah yang menjadi kekuasaannya bersepakat untuk bersatu menjadi satu kesatuan yang bernama Cianjur.

Bukan hanya itu saja, semua kepala daerah yanga ada di Cianjur tersebut, akhirnya mengangkat Raden Djayasasana menjadi Dalem, disamping sebagai Senopati. Karena menjadi Dalem inilah, maka beliau diberi gelar aria. Sehingga namanya menjadi Raden Aria Wira Tanu Dirata.

Kabupaten Cianjur menjadi wilayah yang merdeka, jika dibandingkan dengan kawasan Bandung dan Sumedang yang masih berada di bawah kekuasaan Mataram. Karena saat itu, antara kerajaan Mataram dan VOC telah melakukan kesepakatan utnuk menyerahkan wilayah antara sungai Cisadane dan Citarum kepada VOC.

Kontrak kesepakatan tersebut ditandatangani pada tanggal 25 februari 1677. Namun dikarenakan sesuatu hal, VOC belum bisa secara intensif menjajah daerah tersebut.  Maka secara independen, Cianjur menjadi kabupaten yang mandiri, dengan pemerintahan yang dipimpin Raden Djayasasana ini.

Sementara di beberapa kerajaan lain yang berad di bawah kerajaan Mataram, mereka memutuskan untuk memberontak dan melepaskan diri dari Mataram. Dikarenakan saat itu, Mataram lebih memfokuskan diri dalam melawan VOC, maka daerah-daerah yang berada di wilayah kekuasaannya tersebut lepas dari Mataram dengan tanpa perlawanaan.

Namun berita tentang lepasnya daerah-daerah jajahan Mataram menjadi wilayah merdeka, baru terdengar oleh Raden Djayasasana pada tanggal 12 Juli 1677. Maka, di hari itu juga, dibawah komando beliau,Cianjur  secara resmi melepaskan diri dari kerajaan Mataram, dan menjadi wilayah yang merdeka.

Tanggal itu pula yang sekarang diperingati sebagai hari jadi kabupaten Cianjur. Karena jasa-jasa dari Raden Djayasasana ini pula, kabupaten Cianjur kini menjadi suatu kabupaten yang hampir seluruh masyarakatnya beragama islam.

Karena saat memutuskan untuk mendirikan Cianjur, belaiu juga tak henti untuk terus menyebarkan agama islam ke seluruh rakyatnya. Karena jasa-jasanya itu pula, makamnya yang berada di Cianjur ini selalu ramai oleh peziarah.

Mereka datang dari segala penjuru pulau Jawa. Beberapa diantaranya juga ada warga Jakarta dan sekitarnya yang menggunakan sewa elf Jakarta ziarah Cikundul dari Batavia Trans. Karena memana\g jasa sewa elf dari Batavia Trans ini memudahkan mereka untuk berwisata religi dengan aman dan nyaman. Termasuk untuk aktivitas ziarah ke Cianjur ini.

c. Makam Raden Djayasasana/Raden Aria Wira Tanu Dirata

Setelah berusia lanjut, Raden Djayasasana menetap di kampung Majalaya, yang tak jauh dari Cikandul. Beliau mendirikan sebuah pesantren. Di pesantren inilah, beliau mengahbiskan sisa hidupnya, dengn mengajarkan ilmu agama kepada santri-santrinya.

Aktivitas tersebut terus dilakukan hingga akhirnya, beliau dipanggil oleh Sang Maha Kuasa. Mengenai tahun wafatnya tidak  ada yang mengetahui secara pasti. Namun beberapa versi mengatakan bahwa beliau wafat antara tahun 1692 hingga tahun 1605. Beliau meninggalkan 11 orang putra dan putri.

Jenazahnya kemudian dimakamkan di desa Cijagang, kecamatan Cikalongkulon, kabupaten Cianjur. Dan bagi anda yang ingin berziarah ke makamnya, anda bisa sewa elf Jakarta ziarah Cikundul dari Batavia Trans. Dan Batavia Trans akan mengantar anda hingga ke kecamatan Cikalongkulon.

Dengan melewati kecamatan Cimande, sewa elf Jakarta ziarah Cikundul yang anda naiki ini akan menuju Jonggol. Barulah kemudian sampai di Cikalongkulon dan menuju desa Cijagang. Kecamatan Cikalongkulon ini berada di kawasan genangan Cirata. Dan makam Raden Djayasasana atau yang sekarang lebih dikenal dengan Dalem Cianjur ini, berada di atas bukit.

Bukit tersebut sering juga disebut pasir. Setelah anda turun dari sewa elf Jakarta ziarah Cikundul dari Batavia Trans ini, anda bisa berjalan di atas jembatan kecil di atas sebuah sungai, di sebelah kiri, anda akan melihat sebuah mesjid.

Barulah kemudian, anda akan masuk ke area gerbang makam. Namun perjalanan tidak berhenti di situ, anda diharuskan untuk menaiki anak tangga berjumlah 170 undakan untuk sampai ke lokasi makam tersebut. Maklum lah, karena memang kawsaan makam ini merupakan sebuah bukit.

Jika anda menggunakan sewa elf Jakarta ziarah Cikandul dari Batavia Trans, tepat di lokasi parkir, anda akan mendapati kios-kios yang menjajakan maakanan serta souvenir. Tak ada yang menyangka bahwa dahulu, kawasan tersebut hanyalah berupa bukit-bukit dan peswahan.

Namun karena banyaknya antusisme peziarah yang menjadikan makam Dalem Cianjur atau Raden Djayasasana ini sebagai wisata religi, maka dengan sendirinya kawasan tersebut menjadi ramai. Dan banyak masyarakat sekitar yang menggantungkan hidup dari berjualan di sekitar kawsan makam. Yang mereka sadari menjadi keberkahan tersendiri, dan cukup menjanjikan.

Nah, itu adalah beberapa riwayat mengenai Raden Djayasasana yang kini dikenaa dengan Dalem Cianjur/Cikandul. Dengan sewa elf Jakarta ziarah Cikundul dari Batavia Trans, anda bisa melakukan aktivitas dengan tenang dan khusyu. Karena selama perjalanan, anda akan disuguhi oleh berbagai fasilitas yang ada dalam elf, sehingga anad bisa lebih siap dan rileks dalm melakukan ziarah nantinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *