
Sewa Elf Jakarta Ziarah Keramat Luar Batang Dan Mbah Priok
Hampir di setiap wilayah Jakarta terdapat wisata religi yang sayang untuk dilewatkan. Terutama bagi anda yang merencanakan untuk melakukan aktivitas dalam waktu dekat ini. Agar tidak terlalu jauh dari tempat tinggal anda, kenapa anda tak berziarah ke kawasan Jakarta Utara saja. Dengan sewa elf Jakarta ziarah Keramat Luar Batang dan Mbah Priok.
Kedua makam ini termasuk ke dalam wisata religi Jakarta. Dimana keduanya merupakan makam seorang ulama yang berperan besar dalam penyebaran islam di kawasan Jakarta. Makam Keramat Luar Batang dan makam Mbah Priok ini berada dalam wilayah Jakarta bagian utara.
Karena lokasinya yang masih berada di Jakarta, maka anda bisa sewa elf Jakarta ziarah Keramat Luar Batang dan Mbah Priok dengan durasi 1 hari saja. Meskipun demikian, anda bisa berziarah hingga berwisata religi dengan khusyu disana. Dan kami pastikan, akan selalu menunggu hingga anda selesai berziarah.
Profil Habib Husein Keramat Luar Batang
Sejarah kampung Keramat Luar Batang tak terlepas dari seorang ulama asal Yaman, yang bernama Habib Husein Bin Abu Bakar Alayidrus. Beliau pertama kali singgah di Jakarta, yang saat itu masih bernama Batavia atau Sunda Kelapa, tepat di tahun 1736.
Di masa sekarang ini, kampung Keramat Luar Batang lebih dikenal sebagai pasar ikan. Namun begitu, anda bisa berwisata religi di kawasan ini, hanya dengan sewa elf Jakarta ziarah Keramat Luar Batang dan Mbah Priok dari Batavia Trans.
Selain mendirikan sebuah rumah untuk tempat tinggal, Habib Husein juga mendirikan sebuah surau yang kini dinamakan masjid Keramat Luar Batang. Ketika itu, Sunda Kelapa merupakan pelabuhan yang sibuk. Banyak kapal-kapal besar yang singgah di pelabuhan tersebut.
Karena banyaknya saudagar dan pengusaha yang juga singgah di Sunda Kelapa, menjadikan surau yang dibangun Habib Husein menjadi ramai. Lambat laun surau tersebut diubah menjadi mesjid, yang diberi nama An-Nur. Masjid ini sekarang masih kokoh berdiri. Dan anda bisa sekalian mengunjunginya saat berziarah dengan sewa elf Jakarta ziarah Keramat Luar Batang dan Mbah Priok.
Habib Husein sendiri merupakan ulama kelahiran Hadlramaut, bagian dari Yaman Selatan. Beliau wafat di Batavia pada tanggal 27 Juni 1756 Masehi. Beliau wafat dalam usia sekitar 30 hingga 40 tahun. Dan hingga akhir wafatnya, beliau belum pernah menikah.
1.Asal Usul Kampung Keramat Luar Batang
Asal usul nama kampung yang merupakan pusat perdagangan ikan di wilayah Jakarta bagian utara tersebut memang tidak bisa dilepaskan dari ulama yang satu ini. Dimana ketika beliau wafat, jenazahnya akan dibawa ke Yaman untuk dikuburkan.
Namun, saat perjalanan, di dalam kurung batang ( keranda ) tersebut, jenazah Habib Husein tiba-tiba menghilang. Dan ternyata, jenazahnya kembali ke tempat semula, di kediamannya yang berada tak jaun dari mesjid An-Nur.
Kejadian tersebut bukan satu dua kali saja. Hingga akhirnya masyarakat setempat sepakat untuk menguburkan jenazahnya tepat di sekitar kediamannya, di kawasan Sunda Kelapa. Bersamaan dengan kejadian itu, kabar keluarnya jenazah habib dari kurung batang tersebut sudah tersebar kemana-mana.
Hingga akhirnya, kampung tempat Habib Husein dimakamkan tersebut, berubah menjadi kampung Luar Batang. Yang diambil dari peristiwa saat jenazah Habib Husein keluar dari kurung batang. Dan sampai saat ini, nama kampung Luar Batang masih terus dipakai dan cerita mengenai Habib Husein telah menjadi legenda tersendiri bagi masyarakat setempat.
Untuk sampai ke lokasi ini, anda harus berganti-ganti angkutan transportasi. Mengingat lokasinya yang berada di ujung Jakarta, hingga armada transportasi yang jarang sampai kesana. Namun, jika anda menggunakan sewa elf Jakarta ziarah Keramat Luar Batang dan Mbah Priok dari Batavia Trans. Anda hanya perlu naik satu armada elf saja.
2. Makam Habib Husein
Makam Habib Husein berada di area masjid yang merupakan masjid yang dulu beliau bangun. Selain beliau, ada satu makam lagi yang juga berada di area masjid. Yaitu makam dari asistennya, yang merupakan orang Tionghoa, yang bernama Haji Abdul Kadir.
Masjid An-Nur sendiri berganti nama menjadi mesjid Keramat Luar Batang, yang diambil dari peristiwa keluarnya jenazah Habib Husein dari kurung batang. Bangunan makam dan juga masjid tersebut tidak jauh berbeda dengan bentuknya semula.
Namun kini, makam tersebut telah dipasangi pembatas yang terbuat dari kayu jati. Pembatas tersebut dipasang hingga 3 lapis. Dari mulai didirikan, makam tersebut hanya direnovasi dalam beberapa kali saja. Diantaranya pada tahun 1939, 1997, 1999 dan terakhir di tahun 2002 lalu.
Untuk ruangan makam sendiri hanya bisa menampung peziarah dalam kapasitas terbatas. Maka jika anda nanti berziarah kesini dengan sewa elf Jakarta ziarah Keramat Luar Batang dan Mbah Priok dari Batavia Trans. Anda harus sabar menunggu, jika ternyata di dalam area makam sedang dipadati peziarah lain.
Meskipun lahannya tidak terlalu luas, yaitu hanya sekitar 3500 meter persegi, berikut makam dan masjid. Namun masjid ini kerap digunakan untuk pelaksanaan sholat jumat. Dan tak jauh dari makam dan masjid Kramat Luar Batang tersebut, terdapat sebuah sumur tua. Sumur tua tersebut konon sering digunakan sang habib sebagai tempat untuk berdoa.
Profil Mbah Priok
Mbah Priok merupakan seorang wali yang makamnya dikeramatkan oleh masyarakat sekitar Priok. Meskipun lokasi makamnya pernah menjadi sengketa, karena adanya perebutan lahan. Namun makamnya masih terus didatangi peziarah hingga kini.
Karena banyaknya antusiasme peziarah untuk mengunjungi makam mbah Priok ini juga lah, hingga akhirnya Batavia Trans membuka layanan sewa elf Jakarta ziarah Keramat Luar Batang dan Mbah Priok. Dengan tujuan agar memudahkan peziarah, termasuk anda yang ingin berziarah ke makam waliyulloh tersebut.
Mbah Priok sendiri bernama asli Habib Hasan Al Hadad. Beliau adalah seorang waliyulloh yang berasal dari Palembang. Mengenai tahun kelahirannya, ada beragam versi yang mengemukakan mengenai hal tersebut. Versi pertama mengatakan bahwa mbah Priok dilahirkan di tahun 1727 dan meninggal dunia di tahun 1756.
Sementara versi kedua menyebutkan bahwa beliau lahir di tahun 1874, dan meninggal di tahun 1927. Versi kedua diambil karena berdasarkan riwayat, mbah Priok merupakan cicit ketiga dari Habib Hamid. Sementara Habib Hamid sendiri lahir di tahun 1750, dan meninggal di tahun 1820.
Jadi bisa disimpulkan bahwa mbah Priok yang notabene cicit ketiga dari Habib Hamid ini, tak mungkin lahir lebih dulu dari kakek buyutnya. Selain mengenai tahun lahirnya, kisah tentang Mbah Priok dan kaitannya dengan pelabuhan Tanjung Priok pun tetap menjadi perdebatan hingga kini.
1.Nama Mbah Priok Dan Kaitannya Dengan Nama Tanjung Priok
Dalam salah satu versi mengatakan bahwa nama pelabuhan Tanjung Priok diambil dari nama Mbah Priok. Dimana saat itu, Habib Hasan yang dikenal sebagai Mbah Priok melakukan perjalanan ke pulau Jawa dalam misi menyebarkan agama islam.
Namun dalam perjalanan, kapalnya di tembaki pemerintah Hindia Belanda, yang kala itu masih menjajah Indonesia. Habib dan adiknya selamat, namun kapalnya hancur berkeping-keping. Dengan mengandalkan kayu pecahan kapal, potongan dayung dan sebuah periuk nasi, mereka berdua akhirnya terombang-ambing di lautan.
Sebelum tiba di daratan, sang Habib menghembuskan napas terakhir di lautan. Jenazahnya digiring kawanan lumba-lumba hingga ke dasar pantai. Oleh masyarakat setempat, jenazahnya kemudian dikuburkan di pulau Dayung, yang sekarang bernama Ancol. Dengan ditandai dengan pohon tanjung dan periuk yang dibawanya.
Konon, dari sana lah, nama Tanjung Priok akhirnya digunakan. Yang diambil dari kata periuk, tanda makamnya Habib Hasan tadi. Namun versi kedua menyebutkan, bahwa pelabuhan Tanjung Priok telah ada jauh sebelum makam sang habib itu ada.
Hal ini diperkuat dengan sebuah cerita, bahwa pembangunan proyek pelabuhan yang awalnya bernama Haven Tanjung Priok ini, dimulai di tahun 1877, oleh pemerintah Hindia Belanda. Sementara di tahun tersebut, Habib Hasan baru berusia 3 tahun.
Terlepas dari benar tidaknya nama Mbah Priok sebagai cikal bakal pelabuhan yang berada di Jakarta itu. Makam Mbah Priok kini menjadi kawasan wisata religi, yang sering dikunjungi peziarah. Dengan segaal karomah yang ada pada dirinya, membuat nama Mbah Priok menjadi panutan bagi warga masyarakat di kawasan Jakarta Utara tersebut.
Dan bagi anda yang menggunakan sewa elf Jakarta ziarah Keramat Luar Batang dan Mbah Priok dari Batavia Trans. Kami akan antarkan anda ke lokasi wisata religi ini. Tepat di lokasi dimana Mbah Priok ini kini dimakamkan.
2. Makam Mbah Priok
Mbah Priok wafat di usia 29 tahun, dan belum pernah menikah. Makamnya yang semula berada di kawasan Ancol, kemudian dipindahkan ke Koja, Jakarta Utara. Ala an dipindahkan, karena saat itu pemerintah kolonial Belanda berencana untuk membangun sebuah pelabuhan baru di kawasan tersebut.
Sebelum bisa dipindahkan, pemerintah Hindia Belanda selalu gagal dalam proses pemindahan tersebut. Selalu ada saja yang menghambatnya. Akhirnya dengan mendatangkan saudara Habib Hasan yang bernama Habib Zein Al Hadad, proses pemindahan makam tersebut bisa terlaksana.
Maka sejak saat itu, makam Mbah Priok yang berada di lokasinya yang baru, dijaga oleh saudaranya tersebut. Hingga sepeninggal Habib Zein, pengurusan makam diserahkan kepada putranya yang bernama Habib Ahmad. Kini makam keduanya juga bersebelahan dengan makam Mbah Priok.
Untuk mengunjungi makam ini, anda bisa menggunakan sewa elf Jakarta ziarah Keramat Luar batang dan Mbah Priok dari Batavia Trans. Kemudian menuju ke arah Koja. Tepatnya di jalan Jampea no 6 rw 01, Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Cara Sewa Elf Jakarta Ziarah Keramat Luar Batang dan Mbah Priok Dari Batavia Trans
Bagi anda yang berniat melakukan ziarah ke makam Keramat Luar Batang dan Mbah Priok dari Batavia Trans. Anda bisa melakukan pemesanan sewa elf Jakarta dengan cara :
- Menghubungi customer service Batavia Trans melalui telepon maupun whatsapp di nomor 0812-8044-0322.
- Melalui email di alamat bataviatrans77@gmail.com.
Itu dia beberapa cara untuk melakukan sewa elf Jakarta ziarah Keramat Luar Batang dan Mbah Priok dari Batavia Trans. Terbilang mudah, bukan ? Maka dari itu, pesan Batavia Trans sekarang juga. Karena bisa saja, di waktu bersamaan, armada kami full order. Apalagi di waktu-waktu tertentu, dimana kedua lokasi makam tersebut ramai dikunjungi peziarah.